My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke Index

Dari Sang Bayi

Teringat ketika menjalani CPE (Clinical Pastoral Education). Suatu pagi pendamping kami meminta agar kami menuju ruang anak-anak. Di sana kami tak bisa memasuki ruangan, namun bisa melihat bayi yang baru saja mengunjungi dunia fana ini lewat jendela kaca. Kami diminta untuk berdiri memperhatikan para bayi yang ada sambil membiarkan diri menerima warta apa yang disampaikan oleh keberadaan mereka.

Ketika sedang memperhatikan mereka, pikiranku tiba-tiba nyasar kepada seorang anak muda yang sedang menderita di rumah sakit itu. Ketika saya mengunjunginya kemarin, ia melontarkan pertanyaan yang agak aneh; ˇ§Mengapa saya menjadi diri saya tetapi bukan orang lain? Mengapa saya tak dapat melihat diri saya melalui mata orang lain?ˇ¨ Pertanyaan anak muda ini terus menghantui pikiranku. Saat ini ketika memperhatikan para bayi tersebut, sekali lagi pertanyaan itu muncul. NamunˇK.syukur kepada kaum kecil dan lemah yang terbaring di tempat tidur itu. Mereka menyampaikan warta tertentu yang menjawabi pertanyaan pemuda tersebut.

Para bayi itu terbentuk ketika bibit yang berasal dari sang ayah bertemu dengan telur yang disediakan ibu. Ada jutaan benih yang dibawa oleh sel hidup dari sang ayah. Namun cuman satu(mungkin yang terkuat, yang terbaik, yang tersehat) yang bertemu dengan telur. Dan dengan itu terbentuklah seorang manusia. ˇ§Mengapa aku menjadi diriku dan bukan orang lain?ˇ¨ Allah bisa menciptakan orang lain dan bukan aku. Tetapi Allah justru secara teliti memilih yang terbaik untuk diciptakanNya, dan itulah aku. Ia mencintai aku lebih dari kemungkinan-kemungkinan lainnya. Ia mencintai aku.

Dua bayi yang lahir hampir bersamaan (berbeda waktu dua jam) ditaruh bersebelahan. Secara sekilas aku tak mampu membedakan mana yang cewek dan mana yang cowok. Keduanya hampir sama saja. Namun semakin lama semakin kentara kalau yang satunya lebih bersifat aktif sedangkan yang lainnya beristirahat tenang. Dari catatan yang tertulis di ranjang itu baru aku tahu kalau yang bersifat aktif itu adalah yang cowok. Tak ada yang persis sama dari kedua bayi tersebut. Mereka (kita) bersifat unik sejak dilahirkan. Satu-satunya yang bisa kita buat adalah menghargai keistimewaan masig-masing.

----------------------

-.) I am now here because of love that God puts on me.
-.) What we are to do is to respect the otherness of other.

Tarsis Sigho - Taipei