My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index

Mengapa Bercerita?

David Amstrong dalam Managing by Storying Around mengatakan bahwa bercerita, menggunakan kisah-kisah hidup untuk menyampaikan suatu maksud tertentu bukanlah suatu penemuan yang baru. Orang-orang Yunani kuno telah melakukan hal ini untuk menyampaikan maksud-maksud filosofisnya. Presiden Amerika Lincoln dan Reagan juga telah memanfaatkan kekuatan cerita untuk memenuhi impian mereka.

Tak seorangpun yang tak menyukai cerita yang menarik. Sebuah gagasan filosofis yang dalam mungkin akan bertahan dalam benak kita beberapa saat. Namun aku yakin bahwa kita pasti masih ingat cerita-cerita yang pernah didengar di masa kecil. Banyak suku bangsa menggunakan cerita-cerita (cerita rakyat) untuk meneruskan warisan pikiran yang bernilai turun-temurun. Orang Folres, Batak atau Minahasa memiliki kisah sendiri tentang penciptaan dunia dan manusia, serta tentang Pencipta itu sendiri. 

Dan Cina adalah satu dari antara suku bangsa yang kaya dengan legenda yang bernilai. Para pemikir mereka menggunakan cerita-cerita untuk menyalurkan nilai-nilai yang amat dalam yang dewasa ini terbalut dalam apa yang disebut filsafat timur. Cerita, kisah punya daya kekuatan sendiri yang membantu manusia untuk melihat diri sendiri, menilai cara hidupnya di masa silam, membuat keputusan di masa kini untuk membangun hidup secara baru di masa depan.

Kitab Suci penuh berisi dengan cerita. Dan Yesus sendiri adalah seorang ahli dalam menggunakan kisah hidup harian untuk mewartakan kebenaran tentang Kerajaan Allah. Kisah-kisah yang dipakai Yesus adalah kisah yang amat sederhana, kisah yang berasal dari pengalaman hidup yang biasa dialami manusia dalam lingkup kehidupannya setiap hari, misalnya tentang lalang di antara gandum, tentang pohon ara, tentang burung di udara, atau nelayan dan ikan-ikan di laut. Semuanya adalah hal yang lumrah dan biasa, namun Yesus telah memakai semuanya demi pewartaan Kerajaan Allah.

Tarsis Sigho ~ Taipei