My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index


Gagang Telepon

Sudah beberapa kali aku memencet nomor telepon ini. Aku sengaja membiarkan telepon tersebut berdering cukup lama. Aku berharap agar ia yang ada di seberang sana bisa tersadar bangun dari tidurnya dan menerima teleponku. Namun tetap saja tak ada yang menjawab di ujung sana. 'Ah...' Aku bergumam. Aku tak tahu sejak kapan aku tak berhubungan lagi dengannya melalui telepon. Akupun tak tahu apa alasannya sehingga ia selalu saja tak menerima teleponku. Mungkinkah ia telah pindah alamat? Mungkinkah ia sakit? Mungkinkah ia dirundung malapetaka? Mungkin...mungkin... Kalau benar bahwa ia dirundung malapetaka...Ah!!!! Bagaimana aku harus memaafkan diriku karena lalai memberikan perhatian kepada seorang teman?? Oh... Temanku, maafkan aku, walaupun suaraku tak dapat kau dengar!!!

Gagang telepon masih di genggaman tanganku. Dan...Ketika aku mulai mempersalahkan diri karena lalai memperhatikan seorang teman yang jauh di sana, aku jadi tertegun mendengar suara halus dari sudut bathinku, seakan mengadili aku; 'Pernahkah engkau memegang gagang telepon dan berbicara dengan jiwamu sendiri???'Aku cuman diam!!! Aku tak berani menjawab...

Aku ingat sebuah reklame di stasiun subway di samping gereja Parokiku; 'Hati adalah medan tempur yang paling berat.' Benar...ia kadang sulit dijinakkan. Tapi... Pernahkah aku menjadi seorang prajurit yang gagah dan berani memasuki medan tempur yang keras itu?? Aku yakin, bila ada ketekadan, medan tempur yang berat itu akan terasa ringan. Bila aku sering meluangkan waktu mengangkat gagang telepon dan berkontak dengan jiwaku, maka ia tidak akan harus menjadi medan tempur yang sulit. Namun sebaliknya, ia akan menjadi bagaikan sebuah tepi danau yang bening... teduh...dan damai...!!!

'Hatiku... keteduhanku...'

Tarsis Sigho - Taipei