ˇ@
 
      My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index


Strategi Godaan Setan

Dalam bacaan hari ini (Luk 4:31-37 kita mendengar bagaimana Yesus berjumpa dengan orang yang kerasukan setan di Kapernaum. Dari dialog antara setan dengan Yesus bisa kita temukan bagaimana setan menggunakan tipu muslihat yang indah dalam melancarkan kampanyenya. Ia menampakan diri sebagai seorang yang seakan-akan memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang amat tinggi. ˇ§Aku tahu siapa EngkauˇKˇ¨ Setan juga menampakan diri seakan-akan memiliki iman yang tinggi terhadap Tuhan, setan seakan-akan percaya pada penyelenggaraan Tuhan, setan seakan mengaku bahwa Yesus adalah ˇ§Yang Kudus dari Allah." Namun semuanya itu adalah bagian dari tipu muslihat, bagian dari strategi yang digunakan setan. 

Thomas Brooks secara indah mengingatkan bahwa strategi yang dilancarkan setan itu nampaknya indah dan menarik, lembut gemawan dan sangat menggetarkan hati. Namun di balik semuanya itu tersembunyi mala petaka yang tak terlihat mata. Ia menulis demikian: 

ˇ§Setan menjanjikan yang terbaik, namun yang terburuk menjadi kenyataan;

Ia menjanjikan kemuliaan, namun kemalanganlah yang harus dibayar;
Ia menjanjikan kenikmatan, namun harus dibayar dengan kepedihan;
ia menjanjikan keuntungan, namun kegagalan yang diperoleh;
ia menjanjikan kehidupan, namun kematian yang harus dihadapi.ˇ¨ 

Setan muncul dengan sejuta kelicikan, dan bila kita tak hati-hati, bila kita terlena, bila kita termakan oleh segala bentuk propaganda mereka yang indah dan menawan, bila mata kita dibutakan oleh janji mereka yang muluk, maka penderitaanlah yang harus kita pikul. Banyak dosa terjadi, dan semuanya itu dimulai oleh karena terdorong suatu gambaran akan kenikmatan, akan kemuliaan, akan keuntungan atau kebahagiaan. Namun kita lupa bhwa semua yang indah yang ditawarkan setan itu hanya bersifat sesaat, hanya bersifat semu. 

Setan menggunakan berbagai cara yang cocok dan bisa diterima sesuai dengan kondisi hidup harian kita. Ketika saya sedang dalam kesepian, setan akan muncul dengan godaannya menawarkan cara indah mengatasi kesepian itu. Ketika kita dalam kemiskinan, setan akan menawarkan cara mengatasi kemiskinan. Jadi segala sesuatu bisa menjadi sarana yang indah bagi setan untuk beraksi.  

Teringat sebuah puisi yang ditulis oleh seorang penyair Latin, Catullus; ˇ§Mari kita hidup dan bercinta (Let us live and love). Kita menikmati larangan pendahulu kita dengan harga setengah keping perak. Matahari akan tenggelam dan terbit lagi. Namun bagi kita? Setelah lampu kehidupan kita yang singkat ini terbenam, kita akan tidur dalam kekelaman malam yang abadi.ˇ¨ Keindahan sebuah puisi bisa juga dipakai sebagai sarana lewat mana setan melancarkan aksinya. 

Ketika say membuka Kitab Suci, setan mungkin berdiri di sampingku dan berbisik; ˇ§Hari ini engkau capek, karena itu bila engkau tak membaca Kitab Suci pasti dimaafkan.ˇ¨ Atau ketika akan berdoa, terdengar suara; ˇ§Hari ini engkau sedang dalam bad mood. Gak salah kalau hari ini tidak berdoa.ˇ¨ Pada hal yang sebaliknya yang seharusnya kita perbuat; Agar mampu menikmati Sabda Tuhan kita hendaknya secara terus-menerus membaca Kitab Suci meskipun kita. Demikian juga untuk mempertahankan semangat berdoa, kita hendaknya secara terus-menerus juga pada saat kebosanan datang menghadang untuk bertekun dalam doa. George Muller mengatakan demikian; ˇ§Semakin kurang kita membaca Kitab Suci, semakin kurang pula keinginan kita untuk membacanya. Semakin kurang kita berdoa, semakin kurang pula keinginan kita untuk berdoa.ˇ¨ 

Setan adalah musuh yang licik. Ia muncul setiap hari di hadapan kita dengan menjelmakan diri dalam banyak bentuk. Bila kita tak hati-hati, bila kita mudah tunduk pada bujukannya yang lemah lembut maka kita akan juga mengalami hal yang sama seperti orang yang kerasukan setan di rumah ibadat Kapernaum itu. 

Tarsis Sigho ˇV Taipei