My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index

Kidung Pujian Maria

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambanya-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya. seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Catatan:

Para ahli (Kitab Suci dan sastrawan) sama-sama mengakui bahwa Kidung Pujian Maria dalam Lukas 1:46-55 yang sering dikenal dengan ˇ§Magnificatˇ¨ (Latin) itu merupakan satu dari antara kidung yang paling indah dalam Kitab Suci. Kidung ini terlahir ketika Maria di bawah inspirasi Roh Kudus menanggapi salam yang diberikan saudaranya Elisabeth. Struktur dari kidung ini sepenuhnya mengikuti struktur kidung-kidung yang ada dalam Perjanjian Lama; sederhana, estetik (puitis) dan tepat sasar (to the point).

Ada tiga ide pokok dalam kidung ini:

1. Ungkapan terima kasih Maria atas Rahmat yang dilimpahkan Allah atas dirinya(Luk 1:46-50)

2. Pujian Maria atas tindakan Allah yang membantu kaum lemah serta memberikanˇ§pahalaˇ¨ yang layak bagi yang congkak hati. William Barclay menyebut bagian ini sebagai suatu tanda keterlibatan Allah dalam proses reformasi / pembaharuan kehidupan manusia dalam bidang moral/etik (mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya. Bdk. Luk 1;51), pembaharuan di bidang kehidupan sosial (Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya. Bdk. Luk 1;52), serta reformasi di bidang ekonomi (Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar. Bdk Luk 1;53).

3. Inti gagasan yang ketiga adalah pujian Maria atas kesetiaan Allah memenuhi janji-janji yang pernah diberikan kepada Israel melalui nenek moyang mereka seperti Abraham. (Luk 1; 54~55)

Dalam sejarah (bahkan hingga kini) ada sejumlah perdebatan di antara para ahli tentang keabsahan (keaslian) kidung ini. Ada orang mengatakan bahwa kidung ini tidak berasal dari mulut Maria, tetapi dari Elisabeth. Ada juga sejumlah orang lain mengatakan bahwa Penginjil Lukas atau ˇ§Pengedit Injil Lukasˇ¨ mungkin mengadopsi kidung pujian Anna dalam 1 Samuel 2;1-10, karena kidung pujian Anna dirasa amat cocok dengan situasi bathin Maria saat itu. Namun semua hipotese ini tidak mendapat bukti yang bisa diterima.

Oleh karena itu Gereja Katolik tetap berpegang bahwa Kidung Pujian dalam Lukas 1:46-50 merupakan kidung yang diungkapkan Maria sendiri. Semua imam dalam ibadat hariannya bersama-sama dengan Maria menyanyikan kidung ini untuk memuji dan bersyukur kepada Tuhan atas karya keselamatan yang telah dilakukan Allah kepada umatNya.

Tarsis Sigho - Taipei