My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index

Layang-Layang

Suatu malam saya diajak beberapa teman dan dihantar ke pinggir sungai. Ternyata kelompok kami bukanlah satu-satunya rombongan yang datang ke pinggir sungai itu. Setelah tiba mereka sibuk menyiapkan sebuah balon besar yang dibuat dari kertas yang amat khusus. Di ujung bawahnya ditaruh zat pembakar. Tak berapa lama berselang langit malam yang gulita itu berhiaskan lampu-lampu udara warna-warni. Di penghujung sana pun lampu beterbangan. Malam yang indah. Malam ini adalah malam khusus bagi pemeluk agama asli Taiwan. Di atas balon kertas itu ditulis impian-impian mereka dan diharapkan balon itu akan terbang tinggi membawa harapan mereka ke hadirat yang kuasa. Itulah salah satu cara mereka berdoa.

Suatu siang saya dibawa ke Chiang Kai Shek Memorial Hall sebuah alun-alun kota Taipei yang sering menjadi tujuan rekreasi keluarga akhir pekan. Teman-temanku melepaskan layang-layang. Dengan bantuan angin yang walaupun tak kencang tapi cukup kuat untuk mengangkat layang-layang tersebut, burung kertas itu menari-nari di langit biru. Tiba-tiba

temanku memutuskan benangnya. Layang-layang itu terbang pergi...dan....terjatuh di atas bubungan rumah orang. Temanku menjadi gugup seketika dan keringatnya mulai berguguran. Bagai terancam bencana yang amat besar, ia pergi mencari layang-layang kertas itu. Kemudian baru aku tahu, kalau ia sedang membuat ritus pembuangan malapetaka. Diharapkan layang-layang itu membawa jauh segala macam kemalangan yang bakal menimpa dirinya.

Tetapi setelah tahu kalau malapetaka itu bakal terjadi di rumah orang lain, ia bedesah seakan bagi dirinya: Yang dianggap tidak baik, yang dianggap buruk, yang dianggap jahat janganlah itu diberikan kepada orang lain. Karena itu ia lalu berusaha menemukan kembali layang-layang yang putus itu.

--------------------

-.) Kuingat tulisan Injil: Apa yang ingin diperbuat orang pada dirimu, perbuatlah yang sama pada orang lain.'

-.) Kata-kata temankupun kini masih terngiang jelas; Yang dianggap tidak baik, yang dianggap buruk, yang dianggap jahat janganlah itu diberikan kepada orang lain.

Tarsis Sigho - Taipei