My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index

Makan Siang Bersama Yesus

Seorang anak. Setelah mendengar kisah Kitab Suci tentang Yesus yang memberi makan lima ribu orang dalam Matius 14:13-21, timbul keinginan yang mendalam untuk mencari dan menikmati santapan siang bersama Yesus. Suatu pagi setelah menyiapkan makanan secukupnya, ia meninggalkan rumah dengan satu tujuan; ˇ§Mencari Yesusˇ¨.

Baru saja ia melewati beberapa blok dari pintu rumahnya, ia mendapati seorang kakek yang sedang duduk dan asyik memperhatikan beberapa ekor merpati di sebuah taman. Anak itu berdiri sejenak memperhatikan sang kakek. Kakek tersebut mengangkat mukanya dan memberikan seulas senyum, seulas senyum yang sangat menawan.

Anak itu memutuskan untuk duduk di samping kakek tua tersebut. Tak ada kata yang mereka ucapkan, cuman kadang-kadang mereka saling berpandangan lalu tertawa ria. Sudah cukup lama mereka duduk di sana, dan mereka kini mulai kelaparan. Anak itu mengeluarkan makanan bawaannya, dan dibagikannya juga kepada kakek tua tersebut. Anak itu merasa amat bahagia menikmati makanannya sambil sekali-sekali menatapi wajah kakek tua tersebut. Sang kakekpun kerap menatapi wajah anak itu, dan mereka akan tertawa ria bersama.

Hari mulai gelap. Anak itu memandang kakek tua tersebut untuk terakhir kalinya lalu mengulum seulas senyum bahagia. Ia bangun berdiri dan memulai beberapa tapak meninggalkan kakek itu. Ia menoleh sekali lagi memperhatikan sang kakek. Tanpa ia sadari ia telah berlari memeluk erat sang kakek. Kakekpun mendekap erat anak itu, sambil keduanya saling memberikan senyuman lebar.

Ketika anak itu tiba di rumah, ibunya dengan wajah heran bertanya, ˇ§Anakku, apa yang telah terjadi hari ini yang membuatmu nampak begitu bahagia?ˇ¨ Anak itu menjawab dengan penuh bahagia, ˇ§Bu, tahukah ibu bahwa siang tadi aku makan bersama Yesus?ˇ¨ Ibunya belum sempat berkata-kata, anak itu sudah melanjutkan, ˇ§Selama hidupku, belum pernah aku menikmati senyuman yang begitu indah, seindah senyuman Yesus siang ini.ˇ¨

Kakek tuapun meninggalkan taman dan kembali ke rumahnya. Ketika ia berada di depan pintu rumah, anaknya berkata heran, ˇ§Pak, apa yang terjadi hari ini yang membuatmu nampak begitu bahagia?ˇ¨ Kakek itu menjawab, ˇ§Anakku, tahukan engkau bahwa siang ini aku makan bersama Yesus?ˇ¨ Sebelum anaknya sempat berkata-kata, kakek itu sudah melanjutkan, ˇ§Yesus ternyata jauh lebih muda dari pada yang pernah saya bayangkan.ˇ¨

-----------------

-. Dalam hidup kita setiap hari Yesus senantiasa berjalan bersama kita lewat orang-orang sekitar kita.

-. ˇ§Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.ˇ¨ (Mat. 28;20).

Disadur oleh: Tarsis Sigho - Taipei