My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index


Memberi

Seorang Pastor diutus ke sebuah pulau yang kecil. Pada hari Minggu pertama, ketika sedang dalam perjalanan menuju Gereja, ia berpapasan dengan seorang peminta-minta. Peminta-minta tersebut tahu kalau sang pastor akan melewati jalan tersebut, karena itu ia sengaja berdiri di sudut jalan itu menanti uluran tangan sang pastor.

ˇ§Tolong saya sekeping perakˇ¨. Pinta pengemis tersebut sambil mengulurkan tangannya. Sang pastor tanpa berpikir panjang merogoh sakunya dan mengeluarkan beberapa keping perak. Pengemis tersebut amat senang dan bahagia. Karena itu setiap hari ia akan selalu berada di sudut jalan tersebut menantikan kedatangan sang pastor. Dan sang pastor pun tak pernah mengabaikan harapan pengemis tersebut.

Tibalah suatu hari Minggu. Sang pastor seperti biasa melewati jalan yang sama. Namun saat ini sang pastor mengulurkan tangan kepada pengemis tersebut dan berkata; ˇ§Hari ini adalah hari Minggu. Berikan saya sekeping perak sebagai persembahan hari Minggu.ˇ¨ Walau agak heran melihat ulah sang pastor, pengemis itu merogoh sarungnya yang sudah kumal dan mengeluarkan sekeping perak dan diberikan kepada sang Pastor.

Minggu berikutnyapun tiba. Sang Pastor berbuat hal yang sama. Ketika pengemis itu akan memberikan uang peraknya, sang pastor berkata; ˇ§Bawalah uang perakmu itu ke gereja dan masukan itu ke kotak derma.ˇ¨ Pengemis membuat apa yang diminta sang Pastor. Semua umat yang hadir kenal siapakah orang yang berdiri di tengah mereka itu. Mereka bersama-sama lalu membantunya, dan pada akhirnya ia dipermandikan dan menjadi aktivis gereja yang penuh semangat.

Sejak itu, pengemis itu baru sadar bahwa dalam kemiskinannya ia ternyata masih memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang lain. Ia yang semula cuman bertindak sebagai penerima, kini menjadi pemberi.
--------
-.)Banyak di antara kita tak menyadari bahwa kita memiliki banyak hal. Kita butuh orang lain untuk menyadarkan bahwa kita memiliki kekayaan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.
-.)Berilah maka anda akan diberi.

Tarsis Sigho ~ Taipei