My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke Index

Mengampuni

Aku teringat pertanyaan Petrus kepada Yesus tentang hal mengampuni: 'Guru berapa kali aku harus memaafkan saudaraku yang bersalah terhadap aku? Apakah tujuh kali itu cukup?'

Saya terus bertanya mengapa Petrus mengajukan angka tujuh dan bukan angka lain. Baru dalam beberapa saat lalu aku menjadi sadar bahwa dalam hukum orang Yahudi segala sesuatu tertera dalam angka-angka yang pasti. Misalnya ketika Yesus dipersembahkan di bait Allah, di sana tertulis secara jelas jumlah binatang yang harus dibawa sebagai bahan persembahan (Luk 2:24). Demikian juga dalam hal mengampuni, di mana dinyatakan bahwa seseorang harus memaafkan saudara/inya sebanyak tiga kali.

Petrus mungkin berpikir bahwa ia sudah berusaha melampaui tuntutan hukum Yahudi sebanyak dua kali lipat dan ditambah satu lagi. Ia memaafkan tujuh kali, bukan tiga kali. Ia mengharapkan kata-kata pujian yang seharusnya keluar dari mulut Yesus. Tapi Yesus mengatakan bahwa mengampuni sebanyak tujuh kali itu tidak cukup. ¡§Engkau harus mengampuni saudaramu sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali.¡¨ Dewasa ini kita tahu tujuh puluh kali tujuh sema dengan 490. Namun pada masa Yesus angka ini sama sekali tak terjangkau oleh wawasan pikir mereka, suatu angka yang tak terbatas. Dengan ini mau dikatakan bahwa Yesus mengajarkan mereka untuk mengampuni secara tak terbatas. Sungguh tidak mudah, namun hal itu bukan mustahil.

Aku teringat sebuah peristiwa nyata. Megan Kanka adalah seorang gadis cilik berumur tujuh tahun yang diperkosa serta dibunuh di Trento. Peristiwa pembunuhan Megan menyulut suatu gerakan demonstrasi massa hingga terlahirnya sebuah hukum dengan memakai nama Megan sendiri: ¡§Megan¡¦s Law¡¨ di Negara bagian New Jersey. Hukum ini menghendaki agar pelaku pembunuhan itu menjalani hukuman mati. Orangtua Megan, walau dirundung duka mendalam karena kehilangan anak yang amat dicintai itu, muncul dan berseru lantang menolak hukuman mati bagi pelaku pembunuhan itu. Mereka memaafkan pelaku pembunuhan itu dan memberikan kesempatan baginya untuk memperbaharui hidupnya. Karena iman dan cinta yang mendalamlah yang menguatkan mereka untuk menolak hukum lama ¡§pedang ganti pedang, mata ganti mata¡¨. Dari sini kita tahu bahwa secara total mengampuni orang lain bukanlah hal yang mustahil.

------------

-.) Sungguh sulit untuk memaafkan orang lain sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali. Namun hal itu bukan tidak mungkin.
-.) Mari kita mulai memaafkan 'saat ini' dan jangan menunda sampai 'nanti'.

Tarsis Sigho - Taipei