My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index

Menunggu Bus

Setelah keluar dari stasiun MRT, aku pasti berdiri di penantian bus ini kalau mau ke Fu Jen University. Hari ini aku sudah menanti begitu lama, dan yah betul sudah terlalu lama aku berdiri di bawah papan penantian bus ini. Namun bus 513 yang akan menghantar aku ke Fu Jen belum juga muncul.

Seperti biasa saya berbisik pada diriku; 'Nggak apalah. Bersabarlah sebentar.' Namun detak jarum arlojiku bergerak terus. Beberapa detik, beberapa menit berlalu. Kini sudah lebih sejam. Ah! ada orang lain di ujung sana yang sedang menantikan kedatanganku. Ada setumpuk pekerjaan yang harus aku selesaikan. Tapi aku bagaikan diikat di halte ini.

Tak kusadari mulutku melontarkan sebuah kata. Aku mulai mengeluh. Mengeluh hari hujan yang membuat jalanan licin. Mengeluh Taipei yang padat kendaraan pribadi yang membuat macet jalan umum. Bahkan kutudingkan telunjukku mempersalahkan seluruh dunia yang nampak tak bersahabat.

Huh! aku melihat diriku kini berubah. Tadinya aku adalah seorang yang sabar menanti, namun kini bathinku bagai menyimpan sebuah bom yang segera meledak. Aku lupa kalau hidup ini adalah serangkain penantian. Menanti kendaraan umum yang kadang terlambat; menanti terealisasinya sebuah impian; atau menanti tibanya sebuah jawaban.

---------------------

Temanku, Satu hal yang harus dibuat: Relax!! Tenanglah!

Tarsis Sigho - Taipei