¡@
 
      My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index


Nasareth: Tempat Yesus Dibesarkan

 Nasareth, tanah tempat Yesus dibesarkan terletak di bagian utara Israel di wilayah Galilea, kira-kira 30 km di bagian barat danau Galilea, dengan ketinggian sekitar 375 meter di atas permukaan laut. Agak ke utara bagian timur terdapat kota kecil Kana, tempat di mana Yesus mengadakan mukjizat pertama mengubah air menjadi anggur (Yoh 2:1-12). Kira-kira 10 km di bagian tenggara terdapat gunung Tabor, tempat di mana Yesus merubah wajahnya dihadapan para muridnya (Mat 17:1-8; Mark 9:2-8; Luk 9:28-36).

Di masa purba, kota Nazareth tak pernah disebut-sebut baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam literature-literatur kuno. Namun demikian, menurut penelitian para ahli arkeologi, sejak abad ke sepuluh sebelum masehi telah ditemukan jejak-jejak sejarah kehidupan manusia di kota kecil ini. Mereka menemukan banyak gudang yang digali di bawah tanah dengan kedalaman sekitar dua meter dan lebar sekitar 34 meter persegi. Di samping itu ditemukan juga sumur penyimpanan air hujan, serta batu penggilingan gandum yang diperkirakan telah digunakan sekitar tiga ribu tahun lalu.

Di kota kecil ini bertebaran bunga-bunga dan pohon-pohonan yang indah, dewasa ini dihuni oleh banyak penduduk, sebuah kota di lereng gunung yang indah. Kata Nasareth berasal dari kata bahasa Ibrani yang berarti "kembang bunga yang sedang mekar". Ketika mendengar arti nama Nasareth, hati saya berlonjak kegirangan. Betapa tidak? Saya berasal dari Flores. Ketika kaum Portugis pertama kali tiba di pesisir utara pantai pulau Flores, mereka melihat aneka bunga warna-warni, dan dengan serentak mereka berteriak penuh gembira; "Flores!!!" Yang artinya "Bunga". Dan sejak itu pekikan gembira pendatang Portugis ini dipakai sebagai nama bagi pulau ini; "Flores", pulau bunga. Ternyata Nasareth, tanah tempat Yesus dibesarkan adalah juga tanah Flores, tanah yang dihiasi bunga warna-warni. Siapa tak berbangga!!! Dalam bahasa Yahudi dan juga bahasa Arab, Nasareth juga mengandung arti: "tempat yang dilindungi." Mengapa disebut temat yang dilindungi? Tak diketahui secara pasti alasannya. Hanya "mungkin" karena keistimewaan tempat ini yang ditumbuhi bunga warna-warni maka ketika terjadi perang sejak zaman sediakala, tempat ini dilindungi, tempat ini tak dijadikan daerah di mana api peperangan berkobar. Mungkin!!!

Nazareth dalam Kitab Perjanjian Baru

Setelah Yesus naik ke surga, kota kecil Nazareth ini menjadi terkenal di Tanah Suci. Di masa Yesus Nazareth merupakan sebuah desa kecil. Panjang dari utara ke selatan hanya sekitar 2700 meter dan lebarnya kira-kira 200 meter. Para penginjil berulang kali menyebut Nazaret sebagai ¡§Kota¡¨ (Mat 2: 23; Luk 2: 29 dan 51). Kita tentu tidak bisa menyamakan ¡§kota¡¨ Nazareth dengan kota-kota besar di zaman kita.

Ketika tiba saatnya Allah menggenapi janjinya kepada Abraham dan keturunannya, Ia mengutus malaikat Gabriel ke Nazaret, mengunjungi seorang dara mungil, Maria, dan membawa warta bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang putra, sang penebus Israel (Lukas 1 :26-38). Oleh karena itu, Nazaret juga dikenal sebagai kota kediaman Perawan Maria. Setelah kematian Herodes, Keluarga Kudus yang melarikan diri selama dua tahun ke Mesir, kembali ke dan menetap di Nazaret. Sang Sabda yang menjadi daging dan berdiam di tengah manusia dalam diri Yesus tinggal di kota ini dan bertumbuh dewasa selama kurang lebih tiga puluh tahun. Hal ini terjadi untuk menggenapi ramalan para nabi yang mengatakan bahwa ¡§Ia akan disebut orang Nazareth¡¨ (Mat 2:32). Di tempat ini pulalah Yesus ¡§bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya¡¨ (Lukas 2: 40). Ia hidup dalam kesederhanaan dan taat kepada orangtuanya (Lukas 2: 51). Ia membantu Yosef, ayahnya sebagai seorang tukang kayu (Mat 3: 55), hingga ia meninggalkan Nazareth menuju Kapernaum untuk memulai tugas misionernya (Luk 4: 31).

Namun ketika banyak orang tahu bahwa ia berasal dari Nazareth, banyak yang menggerutu: ¡§Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?¡¨ (Yoh 1:46). Ketika ia kembali lagi ke Nazareth dan mengajar di rumah ibadat di sana, banyak yang takjub akan ajarannya. Namun segera mereka menolaknya karena mereka tahu latar belakang keluarganya (Mat 13 :54-58), mereka bahkan ¡§menghalau Yesus ke luar kota dan membawa dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.¡¨ (Luk 4:29). Inilah paradoksnya: Ia dibenci dan ditolak oleh manusia, namun dikasihi oleh Allah. Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, nama kota Nazareth bahkan telah menjadi bagian dari nama Yesus. Keempat Injil dan Kisah Para Rasul menyatukan nama Yesus dengan kota ini: ¡§Yesus dari Nazareth.¡¨ Bahkan pengikut Kristuspun disebut dengan nama kota ini, ¡§Orang Nasrani.¡¨ (Kis. 24: 5).

Basilika Anunsiasi

Setelah perjalanan panjang dari Aman, Yordan melewati gunung Tabor dan Kana, kami akhirnya tiba di Nazareth dan diturunkan di pinggir jalan, dan berjalan kaki mendaki menyusuri jalan yang disusun dari lempengan batu, melewati kios-kios kecil menuju Casa Nova, rumah penginapan bagi para peziarah yang dikelola oleh ordo Fransiskan. Perjalanan mendaki dari jalan besar ini kira-kira hanya memakan waktu lima menit. Walau tubuh ini lelah dan ngantuk, namun jiwa kami dipenuhi hasrat yang begitu kuat untuk segera mengunjungi tempat suci ini, tempat di mana sang Sabda diterima dan dikandung seorang dara mungil, Maria.

Gereja Anunsiasi (Gereja Maria menerima Kabar Gembira) terletak persis di depan Casa Nova, yang hanya dibatasi oleh sebuah lorong jalan kecil. Namun banyak kendaraan melewati jalan ini. Kami merasa amat bersyukur tinggal di Casa Nova sehingga setiap pagi bisas mengikuti perayaan Ekaristi di guma Maria dan pada malam hari juga bisa mengikuti doa Rosario atau penyembahan sakramen mahakudus.

Gereja ini terletak di ujung bagian selatan dari Nazaret. Dewasa ini basilika Anunsiasi yang dibangun diatas tempat kediaman perawan Maria ini telah menjadi simbol kota Nazareth. Kediaman Maria merupakan sebuah gua alam dengan luas sekitar lima meter persegi. Sejak awal abad pertama, gua ini telah menjadi tempat ziarah para pengikut Kristus. Pada abad ke enam, para peziarah memberikan kesaksian bahwa di tempat ini telah dibangun sebuah gereja kecil. Setelah hancur, gereja kecil ini diganti dengan sebuah basilika besar yang dibangun pada abad ke sebelah oleh Tentara Salib Suci (pada masa Binzantium). Altar basilika ini dibangun persis di atas gua rumah Maria. Dalam gua ini, yang kini berada di lantai dasar basilika, terdapat sebuah altar kecil dengan sebuah tulisan dalam bahasa Latin: ¡§Verbum Caro Hic Factum Est¡¨ (Di tempat ini Sabda telah menjadi daging).

 Namun sayang, basilika megah inipun menemui ajal yang sama, yakni dihancurkan pada tahun 1263 oleh tentara Muslim. Satu-satunya yang tersisa adalah gua kediaman Maria yang dijadikan tempat tujuan para peziarah yang datang secara sembunyi-sembunyi selama pendudukan Muslim. Pada tahun 1730, setelah kurun waktu 400 tahun, sebuah gereja baru dibangun di atas puing-puing ini. Namun gereja inipun pada tahun 1955 dihancurkan oleh Ordo Fransiskan dan dibangun baru dengan sebuah basilika yang besar dan megah yang terdiri dari tiga lantai seperti yang bisa dilihat dewasa ini. Pada tanggal 25 Maret 1969, pada pesta Hari Raya Kabar Sukacita, Basilika baru ini dipersembahkan dan dikuduskan bagi Tuhan.

Atap basilika ini dirancang seperti setangkai kembang bunga lyli, kembang yang melambangkan keperawanan Maria, yang dibalik untuk menutupi atap gereja. Bila atap ini difoto dari dalamnya, maka ia akan sungguh nampak seperti setangkai kembang bunga lyli.

Sejak tahun 1620 Fransiskan mendapat mandat dari Vatikan untuk membuat penelitian arkeologi di tempat ini, dan syukur atas usaha mereka, kini kita bisa melihat lagi gua kehidupan Maria sebagaimana dua ribu tahun yang lalu. Gua kediaman mereka tidak hanya dipergunakan sebagai tempat perlindungan bagi manusia, tetapi juga hewan piaraan. Keledai juga memiliki kamar khusus dalam gua. Betapa pintarnya mereka saat itu! Karena udara padang gurun yang begitu panas, maka digalilah lubang bawah tanah sebagai "lemari es" tempat penyimpanan makanan. Untuk mempertahankan kesegaran dan kelembapan lemari es ini, maka digali juga lubang untuk menampung air hujan di sampingnya. Air tampungan ini bisa juga dipakai untuk keperluan harian lainnya. Lubang-lubang ini dapat kita temukan di lokasi rumah Maria ini.

Di tempat ini, dan oleh karena kerelaan seorang gadis muda, kerelaannya untuk menjawab ¡§YA¡¨ dan berkata: "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu", maka Yesus sang Sabda yang sejak awal mula berada bersama Bapa, kini mengambil bentuknya dalam diri seorang manusia dan hidup dalam tapak dan jejak sejarah manusia. Karena kerelaan Maria tersebut kita menyebut sang Sabda yang menjelama sebagai Yesus dari Nasareth, Yesus dari kota bunga. Saya merayakan misa pertamaku di tanah suci di tempat ini dengan air mata keharuan, air mata syukur dan terima kasih kepada gadis muda yang sahaja ini.

Pada lantai ke dua merupakan gereja paroki Nasareth, tempat di mana sekitar tujuh ribu umat dari daerah Nasareth ini menghadiri misa setiap minggu. Pada keempat dindingnya bisa ditemukan berbagai gambar Maria perawan tak bernoda yang datangnya dari berbagai belahan bumi. Gambar yang berasal dari Indonesia bisa ditemukan di luar gereja ini di pelataran bagian kanan ketika memasuki gerbang utama.

Di samping gereja ini terdapat sebuah museum menyimpan rahasia masa silam serta sejarah dari gereja ini. Sisa-sisa arkeologi masa silam yang memaparkan kemegahan gereja ini di masa binzantium juga disimpan di museum ini.

Ketika memasuki gereja ini dari Casa Nova, di sisi sebelah kiri kira-kira dua atau tiga ratus meter terdapat sebuah gereja lain lagi dalam bentuknya yang tak semegah gereja anunsiasi. Antara dua gereja ini hanya dibatasi oleh Sekolah Kitab Suci milik Fransiskan. Gereja kecil ini adalah lokasi rumah milik Santu Yosef. Jadi Santu Yosef dan Maria hidup bertetangga. Karena itu bisa dibayangkan betapa Yosef bersusah hati ketika mengetahui bahwa anak dara tetangganya yang bernama Maria, dan yang telah bertunanagan dengannya itu kini telah hamil di luar perkawinan.

 Rumah Sinagoga

Sebuah rumah Sinagoga, tempat sembahyang orang Yahudi di Nazareth berada tak jauh dari rumah Yosef dan Maria. Tiga kali dalam setahun orang Yahudi akan berziarah menuju Yerusalem untuk merayakan tiga hari besar yang ditentukan oleh kitab Torah. Hasil usaha manusia seperti domba dan gandum hanya boleh dipersembahkan di Kenisah Yerusalem. Umat Yahudi membangun rumah sembahyang, Sinagoga di tempat-tempat yang jauh dari Yerusalem sebagai tempat berdoa, membacakan kitab Torah, kitab para nabi serta literatur keagamaan lainnya. Semua laki-laki diajarkan kemampuan membaca kitab suci. Dan ketika telah berumur 13 tahun mereka diperbolehkan untuk membaca kitab Suci dalam Sinagoga pada hari Sabbat. Jika seseorang diterima umum sebagai seorang yang bijak, maka ia akan diminta oleh Rabi untuk tampil dan berbicara di depan umum menjelaskan makna kitab suci yang baru saja dibaca. Jadi nampaknya lumrah jika Yesus sering mengajar di Sinagoga-Sinagoga di Galilea.

Sinagoga Nazareth sebagaimana nampak dewasa ini dibangun pada abad ke enam. Namun demikian, dipercayai bahwa Sinagoga ini dibangun tepat di atas reruntuhan Sinagoga yang pernah berdiri tegak pada masa hidup Yesus. Rumah sembahyang ini tak berapa luas, sebuah ruangan yang hampir tak diisi dengan kursi atau meja, kecuali sebuah podium kecil dengan gambar Yesus yang sedang mengajar di sana. Karena tempat ini merupakan satu-satunya Sinagoga di masa hidup Yesus, maka bisa dipastikan bahwa Yesus pernah memasuki rumah sembahyang ini dan di sini pulalah ia membacakan kitab nabi Yesaya. (Luk 4: 14-22). Setelah Yesus mengatakan bahwa kata-kata nabi Yesaya itu menemukan penggenapannya dalam dirinya, terjadilah pertentangan di antara mereka. Sebahagian orang percaya sedangkan yang lainnya menolak dengan alasan bahwa mereka kenal siapa Yesus itu. Mereka kenal siapa orang tua dan sanak saudaranya. Karena memang saat itu Nasareth hanyalah sebuah desa kecil, semua yang menghuni desa ini pasti saling kenal.

Sumur Maria

Agak mendaki dari rumah Yosef dan Maria terdapat sebuah sumur. Sungguh suatu yang aneh, bahwa air keluar di tempat ini. Bila seandainya di puncak gunung terdapat hutan lebat, maka kita akan tahu mengapa sebuah mata air keluar di sana. Namun puncak bukit Nasareth walau terdapat pepohonan, namun nampaknya tak cukup untuk menyedot dan menyimpan air lalu di kemudian hari muncul sebagai sebuah mata air. Jadi mata air ini sendiri telah merupakan bagian dari mukjizat Nasareth.

Mata air merupakan hal yang amat penting bagi kehidupan social maupun agraris bagi masyarakat tani di pedesaan seperti Nazareth. Kehidupan harian manusia dan hewan piaraan serta kehidupan pertanian amat tergantung pada persediaan air. Kitab Perjanjian Lama mengisahkan bahwa baik Isak maupun Yakob menemukan isteri-isteri mereka, Rebeka dan Rachel, ketika mereka menggiring kawanan ternak menuju mata air (Kej 24; 29). Dalam Perjanjian Baru, injil Yohanes mengisahkan pertemuan antara Yesus dengan seorang perempuan Samaria di sumur Yakob di Nablus (Yoh 4).

Di mata air ini, gereja Ortodoks memiliki gereja anunsiasi tersendiri, yang disebut gereja Santu Gabriel. Gereja ini pertama kali dibangun tentara Crusaders pada abad ke dua belas. Gereja Ortodoks dan beberapa tradisi lain percaya bahwa di tempat inilah, di saat Maria sedang mengambil air dari sumur ini Malekat Gabriel menampakan diri. Hal ini didasarkan pada tulisan dalam injil apokrif:

¡§When the Virgin took the pitcher and went to draw water, behold a voice said to her: Hail, Mary full of grace. Mary saw no-one, but going into her house, while she was spinning purple wool, the angel appeared to her and said to her: Fear not, Mary¡K¡¨. (Daniel Cohen: The Holy Land of Jesus. Jerusalem, Doko Media, p.13). ¡§Ketika Perawan mengambil kendi dan pergi untuk menimba air, sebuah suara berkata kepadanya: Salam, Maria penuh rahmat. Maria tidak melihat siapapun, tapi ketika ia masuk ke rumahnya, di saat ia menenun wol ungu, malaikat menampakkan diri kepadanya dan berkata kepadanya: Jangan takut, Maria...¡¨

Tarsis Sigho - Taipei