My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index

Memikul Salib

Seorang Suster menjelaskan makna jalan salib di sebuah sekolah Minggu. Kini tibalah mereka pada stasi ke empat, di mana dalam perjalananNya ke Golgota, Yesus berpapasan dengan Maria, ibuNya. Suster itu menjelaskan bahwa walaupun tak ada kata yang terucap dari kedua mulut mereka, namun mereka saling menyampaikan maksud hati mereka lewat pandangan mata.

Suster lalu bertanya kepada anak-anak yang menghadiri sekolah Minggu tersebut; ˇ§Kira-kira apa yang mereka katakan? Apa isi pembicaraan mereka?ˇ¨

Tentu saja ada banyak jawaban yang diberikan oleh anak-anak itu. Satu di antara para murid itu menjawab; ˇ§Saya yakin Maria menangis dalam hatinya dan berkata: Sungguh amat tidak adil!ˇ¨

Seorang anak yang lain memberikan jawaban yang hampir serupa; ˇ§Saya juga yakin bahwa Yesus dalam penderitaanNya berseru: Mengapa semua ini harus terjadi pada diri saya?ˇ¨

Seorang anak yang agak sakit-sakitan sambil menahan batuknya berdiri dan berseru; ˇ§Suster, saya tahu jawabannya. Maria pasti mengatakan pada Yesus demikian; Yesus, jangan menyerah. Pikullah salibmu dan maju terus!ˇ¨

----------

-.) Yesus sungguh tidak menyerah, karena ia tahu prinsip ini; ˇ§Tak ada salib, tak ada kemuliaan. "No cross, no crown."

-.) Banyak diantara kita menghendaki kemenangan dan kemuliaan yang besar tanpa mau menerima penderitaan ("no cross, all crown"). Tapi Yesus mengatakan; ˇ§Barang siapa ingin mengikuti aku ia harus menyangkali dirinya, memikul salibnya dan mengikuti akuˇ¨. (Mat 16; 24-25)

Tarsis Sigho - Taipei