My Links
  Pondokrenungan.com  kumpulan  renung- an, cerita iman, kesaksian iman 
svdc hina. We are profesional missio- naries
  catholic.org.tw Konferensi Keuskupan China, Regi- onal (wila- yah) Taiwan
catholic.org gives  infor- mation about Catholicism

Kisah-kisah ini juga termuat dalam pondokrenungan.com 

Kembali ke index

Untuk Seorang Teman

Temanku,

Hari ini engkau nampak sedih. Wajahmu yang biasanya memancarkan keceriaan kini telah berubah. Walau hari ini nampak begitu cerah, langit biru dihiasi senyum awan-gemawan, dan burung pipit asyik berdendang ria di atas pohon di samping rumahmu, namun bathinmu kini diliputi kabut mendung yang setiap saat bisa menjadi kilat yang saling menyambar dan guntur yang menggelegar. Tak perlu kau katakan lagi kepadaku sebab musababnya.

Kata-katamu hari kemarin masih terngiang keras di telingaku. Kau katakan bahwa engkau amat mencintainya. Engkau ingin menjadi kekasihnya selamanya. Namun apa jawabnya??? Ia katakan bahwa ia hanya mampu menjadi temanmu. Tak lebih dari itu. Ia tidak menolakmu, namun ia tak dapat menjadikan dirimu kekasihnya seumur hidup. Dan bathinmu kini terluka mengucurkan darah.

Temanku,

Cinta kadang seperti itu. Kemarin muncul dan hari ini pergi, yang membuat kita tak habis bertanya; Adakah cinta yang kekal?? Tapi ketahuilah, Persabatan itu bertahan lama. ˇ§Tak ada kasih yang paling besar dari pada orang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabatnya.ˇ¨

Kita diminta untuk mencintai orang lain, mencintai sahabat. Namun temanku, janganlah engkau lupa mencintai dirimu sendiri. Bila bathinmu terluka dan hidupmu susah karena cintamu kepada orang lain bagai menepuk sebelah tangan, maka cinta yang ada di hatimu kini telah berubah menjadi racun yang menggerogoti bathinmu. Ia bukan lagi cinta, tetapi telah berubah menjadi sesuatu yang harus diatasi dengan penicilin.

Memang berat untuk menghadapi kenyataan ini. Dan aku tahu bahwa itu sakit sekali rasanya. Tak ada resep, tak ada obat yang bisa aku berikan padamu. Aku cuman ingin katakan padamu bahwa dirimu adalah kekasihmu seumur hidupmu. Cintailah kekasihmu!! Cintailah dirimu!!

Aku, temanmu;
Tarsis Sigho - Taipei